Pink Floyd – Live At Pompeii

Saya salah besar, saya benar-benar keliru selama ini. Tuhan ampunilah saya! Sekian lama saya telah mempercayai sesuatu yang ternyata telah basi. Saya tertipu! Radiohead, Sonic Youth, Sigur Ros, Mogwai, Spiritualized, M83 dan lain sebagainya ternyata telah mengelabui saya. Saya mengira band-band hebat tadi adalah sesuatu yang baru dalam dunia musik atau menawarkan jenis musik yang baru?! Salah! Pink Floyd telah memainkan musik seperti band-band hebat tadi setelah saya melihat video ini. Video keluaran tahun 1972 ini [kita belum lahir bahkan ortu kita belum maried mungkin] saya dapatkan di bandara Juanda ketika sedang menjemput kerabat saya. Pertunjukan live mereka di stadion ala kerajaan Romawi [ingat film Gladiator?!] yang kosong namun sangat artistik sekali. Pink Floyd memang jenius di jamannya, bahkan sampai saat ini. Lulusan arsitek dan seni rupa bertemu untuk membuat band yang katanya beraliran psikedelik, art rock, prog rock, avant garde atau apalah – saya sendiri sampai saat ini tidak paham apa itu avant garde?! Formasi David Gilmour [vokal, gitar], Roger Waters [vokal, bass], Richard Wright [vokal, keyboard, piano], dan Nick Mason [drum] memang formasi paling pol di Pink Floyd – tanpa mengurangi rasa hormat pada Syd Barret, vokalis terdahulu mereka yang sakit jiwa. Ketika melihat dan mendengarkan video ini saya jadi teringat pada band-band jaman sekarang ; kerumitan aransemen ala Radiohead, ke-noise-an dan harmonisasi ala Sonic Youth, atau proges penjiwaan instrumen ala Mogwai. Semua itu sudah pernah dimainkan Pink Floyd! Simak ketika lagu Echoes Part 1 atau Us And Them, Pink Floyd sudah bermain seakan-akan mereka adalah Radiohead di jamannya. Di lagu A Saucerful of Secret, gitaris David Gilmour sudah bermain gitar ala Thurston Moore, bahkan lebih absurd dan liar. Lagu-lagu di video ini memang berdurasi panjang, tapi tidak membuat saya ingin beranjak atau menghentikannya. Tidak dapat saya bayangkan apabila para personel Pink Floyd lahir dan kembali muda di jaman kini. Sebuah era emas kejayaan musik yang telah mencair dan melahirkan band-band hebat yang anda dengar saat ini. Saya seperti mencapai kebahagiaan menikmati musik dengan sebotol penuh wine sambil terkagum-kagum… [rusl]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: