Screaming Factor ; Fire! Fire! Fire!

Mungkin tuhan masih memberkati mereka yang telah eksis lebih dari satu dekade. Setelah mengalami rute karir yang panjang dengan sedikit kesempatan serta bongkar-pasang personil. Belum lagi didera transisi genetika sound dan evolusi musikal. Status yang musti disandang Screaming Factor dari dulu hingga sekarang tetap menjadi misteri. Sampai mereka musti melepas mini album gratis di tanggal yang konon cukup keramat. Momentum pertama sudah terjadi, sekarang tinggal menunggu manuver berbahaya selanjutnya. And the fire still burns, to the next level!…

 

Screaming Factor adalah salah satu band cadas terbaik dari kota Malang dan dikenal memiliki fanbase yang cukup besar. Sejak bulan Agustus 2007, Screaming Factor sudah mulai merekam materi musik terbaru mereka di studio Nada Musika [Malang]. Proses rekaman yang dijalani Novi [vokal], Udin [gitar], Yoyok [gitar], Adon [bass], dan Ayok [drum] berlangsung secara bertahap dan full eksperimentasi sampai akhirnya tuntas pada bulan Maret 2008. Segala proses recording, mixing, hingga mastering ditangani mereka sendiri dengan supervisi penuh dari sang drummer, Ayok. Materi rekaman yang berisi empat lagu itu sejak awal memang sudah direncanakan sebagai mini album yang mempresentasikan progres Screaming Factor, baik secara konsep maupun musikal. Tepat setelah proses rekaman itu selesai, Adon [bass] keluar dari Screaming Factor dan digantikan oleh Harry, bassist muda berbakat yang didapatkan dari hasil audisi singkat.

 

“We stand behind the fangs,

destroying stopping at nothing!”

[Behind The Fangs]

 

Screaming Factor dibentuk di kota Malang pada bulan Maret 1997 dengan formasi awal Evi [vokal], Harry [vokal], Yoyok [gitar], Andre [bass], dan Lucky [drum]. Di awal karirnya, konsep musik Screaming Factor lebih kepada oldschool hardcore/punk, dan sering mengkover lagu-lagu asing milik Sick Of It All, 25 Ta Life, atau Vision of Disorder. Pada tahun 1999, mereka merilis singel pertama yang bertitel We Born In Pain untuk album kompilasi lokal For The Truth [Youth Frontline records]. Lalu di awal tahun 2000, Screaming Factor kembali merekam singel yang berjudul Wake Up. Singel ini diikutsertakan ke dalam kompilasi With Pain We Born [Never End records].

 

Setelah sempat vakum dan mengalami beberapa pergantian personil, akhirnya Screaming Factor dalam formasi Novi [vokal], Udin [gitar], Yoyok [gitar], Adon [bass] dan Ayok [drum] kembali merekam demo lagu The Fire That Burns In My Heart di studio Nero [Malang]. Lagu ini masuk dalam sampler CD Solidrock Magazine #3 [2004] dan menjadi soundtrack film independen yang berjudul Jana [2005].

 

Di penghujung tahun 2005, Screaming Factor merilis debut album penuhnya di bawah label Fukyu Records. Rilisan self-titled itu dipasarkan ke seluruh Indonesia melalui jalur independen, dan meraup respon publik yang lumayan positif. Sejak album ini musik Screaming Factor sedikit ada pengaruh ke arah metalik. Aransemennya menjadi lebih kompleks dan progresif. Intensitas punk/hc yang liar menyambut nuansa rock-metal, mathcore, metalcore, sampai post-hardcore. Majalah TRAX dalam edisi metal issue [Januari 2006] menempatkan Screaming Factor sebagai salah satu dari 15 band lokal Indonesia yang mampu mendefinisikan heavy metal di abad 21. Singel mereka yang berjudul The Fire That Burns In My Heart juga sempat masuk dalam kompilasi nasional, Cadas Tanpa Batas [Dapross Records, 2007].

 

Screaming Factor telah melewati berbagai jenis dan skala pertunjukan musik di kota Malang, Sidoarjo, Surabaya, Blitar, Jogja, sampai Denpasar. Mereka juga sudah berbagi panggung dengan Extreme Decay, Stolen Vision, Keramat, Antiphaty, Primitive Chimpanzee, Begundal Lowokwaru, Brigade 07, Breath of Despair, Crucial Conflict, Moment of Pain, Mortal Combat, Hands Upon Salvation, Burgerkill, Beside, hingga Seringai. Paska proses rekaman materi musik terbaru di awal tahun 2008, Adon [bass] keluar dari band dan posisinya digantikan oleh Harry [eks Kimono]. Setelah sempat jadi opening act dalam konser band asing seperti SOL [Jerman] dan Ingrowing [Ceko], Screaming Factor kembali dipercaya membuka konser Walls of Jericho [USA] di kota Malang, 13 Juni 2008.

 

“Anyone can see better,

they are gods to their own fates!”

[Eyeless Crown]

 

Dengan mengambil momen 08.08.08, Screaming Factor melepas mini album bertajuk Welcome Pieces yang dirilis secara digital melalui ReloadYourStereo, sebuah proyek netlabel milik Apokalip.com. Rilisan ini memuat empat singel yaitu Welcome Pieces, Behind The Fangs, Eyeless Crown, serta The Hell and Paradise Within Her. Materi mini album yang dilepas secara gratis ini dapat di-download secara cuma-cuma lewat situs http://www.rys.apokalip.com, lengkap dengan artwork beserta lirik-liriknya.

 

Di mini album tersebut, Screaming Factor mengumbar empat lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya. Dengan formasi aransemen musik yang lebih kompleks dan multi layer. Progresi kord hardcore-punk yang menyerempet bahaya. Dibalut sound metalik yang intens mendobrak batas antara post dan math. Serta diimbuhi inovasi musikal dari suara latar anak kecil, female vocal, dan trumpet. Konsep lirik yang mengais tema-tema spiritual yang mencerahkan namun tidak bisa dikatakan nyaman. Menjadikan rilisan ini semacam kumpulan beat cadas yang lebih kontemporer di antara genre musik sejenis. Mini album itu adalah sebuah transisi untuk menyeberangi lembah cadas dan mendaki tanah bebatuan yang tidak akan pernah sama lagi…

 

“We are living here,

exist with what we believe,

serving no limit,

welcome pieces!”

[Welcome Pieces]

 

[lairotide]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: