Punk Rawk Show

Ini adalah sebuah cerita ketika saya memulai perjalanan dari Bekasi menuju Senayan, 13 Januari lalu. Sore itu saya berencana menyaksikan sebuah pertunjukan yang akan menampilkan band pop-punk asal Bremerton [Washington-USA], yaitu MxPx. Penampilan mereka kali ini merupakan rangkaian tour ke beberapa negara yang bertajuk “Secret Weapon Tour 2008”. Selain Jakarta, trio yang beranggotakan Mike Herrera [vokal/bass], Tom Wisniewski [gitar], dan Yuri Ruley [drum] rencananya juga akan menyambangi Jepang, Honolulu serta beberapa negara di Eropa.

 

Sore itu kawasan Gelora Bung Karno Senayan banyak dipenuhi dengan supporter sepakbola yang didominasi warna oranye di mana-mana. Begitu juga dengan Hall  Basket Senayan tidak luput dari tumpahan the jak mania, supporter fanatik Persija Jakarta. Saya lihat beberapa bis yang mengangkut mereka terparkir di sisi kanan kiri jalan menuju area parkir. Para the jak mania dan para penggemar MxPx kali ini berbaur bersama di seputar Hall Basket Senayan. Suatu pemandangan yang jarang saya lihat sebelumnya, ketika supporter sepakbola dan penggemar musik rock berbaur bersama dalam satu tempat yang sama dengan jumlah yang tidak sedikit pula. Sesampai di venue saya langsung bergegas untuk menemui beberapa teman untuk memberikan tiket pertunjukan yang mereka pesan sebelumnya. Mereka inilah alasan kenapa saya harus datang jauh lebih awal sebelum pertunjukan ini dimulai.

 

Pintu masuk telah dibuka lebih awal. Terlihat antrian yang lumayan panjang dan tertib. Nampak sekali raut-raut muka yang tak sabar untuk menyaksikan band idola mereka bermain untuk mereka. Mipro sebagai penyelenggara acara kali ini tidak membeda-bedakan kelas bagi penonton. Tidak seperti pertunjukan yang mereka selenggarakan sebelumnya di mana mereka membagi kategori penonton menjadi dua bagian, kelas tribun dan kelas festival.

 

Tak lama berselang semua perhatian tertuju ke atas panggung di mana sudah bersiap-siap ForNuFan sebagai band pertama yang akan membuka pertunjukan hari ini. Saya pun memilih tempat yang tepat untuk menonton dan mengambil foto selama pertunjukan. Tidak lama waktu yang dibutuhkan ForNuFan untuk menghabiskan empat sampai lima lagu mereka malam itu.

 

Band selanjutnya adalah Superman Is Dead. Band asal Kuta Bali ini tampil sangat enerjik. Tanpa perlu berbasa-basi mereka menghajar penonton dengan agresifitas tinggi. Sesekali Bobby dan Eka mencoba berkomunikasi dengan penonton malam itu, “Selamat malam Jakarta!”. Kuta Rock City menjadi lagu terakhir dalam penampilan mereka malam itu. Terdengar jelas sebagian penonton ikut bernyanyi bersama dengan mereka.

 

Lalu giliran Rocket Rockers menjadi penampil berikutnya. Band asal Bandung ini sangat atraktif dan berhasil memaksa penonton untuk bergerak liar. Penampilan mereka malam itu didukung output sound yang sangat baik. Pada lagu terakhir, Ucay [vokal] coba menaiki salah satu tower di sisi kanan panggung. Saya sempat berpikir ia akan  meloncat ke arah kerumunan penonton di depan panggung. Tetapi apa yang terjadi?! Ternyata ia tidak melakukannya. Ucay hanya melakukan sebuah manuver untuk memaksa penonton tertawa dengan tingkahnya itu. Sebuah aksi yang sangat menghibur dihadirkan oleh Rocket Rockers malam itu…

 

Dan akhirnya momen yang sangat ditunggu-tunggu itu telah tiba. Di atas panggung kini terlihat beberapa crew dari MxPx sibuk mempersiapkan instrumen yang akan dipakai. Lampu mulai menerangi panggung lalu muncul satu persatu para personel MxPx. Didahului oleh kemunculan Yuri Ruley ke atas panggung, disusul kemudian oleh Mike Herrera dan Tom Wisniewski. Mereka langsung menggebrak dengan lagu dari album terbaru mereka, Secret Weapon. Kemudian disusul oleh lagu My Life Story dan Middlename. Mike dan Tom sangat atraktif malam itu. Selama pertunjukan mereka secara kompak bergantian posisi berlari saling mengisi. Enerji yang mereka keluarkan tentunya disambut sebagian besar penonton dengan beragam aksi. Dari yang sekedar berpelukan dengan pasangan, sampai dengan berdansa liar dalam kerumunan yang sesak. Sebagian besar penonton malam itu nampaknya memang para penggemar MxPx. Terbukti setiap lagu selalu diikuti koor oleh penonton. Hampir setiap lagu mereka ikut bernyanyi bersama. ”Hallo Jakarta!” sapa Mike pada penonton. Ia tampaknya sangat suka dengan crowd malam itu. Lagu demi lagu mereka bawakan, antara lain seperti Shout It Down, Tomorrow’s Another Day, hingga Party My House Be There. Mereka juga membawakan sebuah lagu milik Bryan Adams, Summer of  69, yang mereka cover pada pertengahan 90-an di album On The Cover.

 

Tampaknya trio pop-punk ini berhasil memaksa para penggemarnya dalam keriangan yang tak berkesudahan. Paling tidak malam itu terlihat dari wajah-wajah yang tak kenal lelah dan tetap setia bernyanyi serta berdansa bersama. Pada lagu The Next Big Thing yang diambil dari album Ever Passing Moment, Mike mengajak para penonton untuk duduk sesaat lalu melompat bersama. Di lagu ini juga mereka coba menunjukkan kepiawaian mereka dalam memainkan instrumen musik. Saat mereka membawakan lagu Chick Magnet, ada sesuatu hal yang istimewa. Di tengah lagu, mereka memanggil Eka [Superman Is Dead] untuk tampil ke panggung dan memainkan bass bersama. Tampak sekali Eka terlihat gugup walau pada akhirnya ia melewatkan lagu tersebut dengan baik. Responsibility, sebuah track yang mereka set sebagai lagu terakhir  nampaknya tidak membuat puas para penonton. Lagu ini tidak berhasil membuat para penggemar mereka pulang dengan tenang. Para penonton lalu berteriak-teriak, “Punk rawk show! punk rawk show!…”

 

Akhirnya MxPx kembali ke panggung untuk melanjutkan encore memenuhi permintaan penggemar mereka. ”Berikutnya kami akan membawakan lagu dari salah satu band kesukaan kami, The Clash!” begitulah kira-kira ungkap Mike. Tembang Should I Stay Or Should I Go dari The Clash lalu mengalir dan kali ini Tom yang mengisi sesi vokal. Berikutnya, Punk Rawk Show benar-benar menjadi lagu penutup pertunjukan mereka malam itu. Mike sempat memukau para penonton dengan aksinya di tengah lagu. Dengan dibantu seorang tehnisinya, ia mengganti gitar bass dengan melemparkannya ke udara. Penonton pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menggila bersama. Energi mereka ditumpahkan pada floor yang sesak. Saya menyaksikan ini dari tribun barat dan melihat sebuah pemandangan di mana lantai festival penuh dengan crowd yang bergerak liar tanpa arah menubrukan tubuh satu sama lain. Tak ada yang terluka malam itu. Yang nampak justru raut wajah gembira penuh rasa puas. Punk rawk show malam itu pun berakhir bersamaan dengan ending lagu Punk Rawk Show

 

[DoniDrako]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: