Konser Moral Sesaat

Lima arek Malang nekat mengendarai sedan dan menempuh jarak 89 kilometer di tengah hujan yang lebat demi sebuah ‘hiburan ringan’ di kota Surabaya. Sekeping CD album gratisan mengalun kencang dari stereo-car dan menjadi bekal utama mereka selama perjalanan. Sambil terus membayangkan bakal seperti apa konser Koil ; Blacklight Shines On Tour di Colors Café, 11 Desember 2007. Rasa penasaran memaksa kaki untuk menginjak pedal gas lebih dalam dan bersemangat. Sebab inilah pengalaman pertama mereka menonton Koil secara live. Yah, semoga mengobati luka…

 

Setelah sempat tersesat dan mampir ke lapak kaset bekas di lorong Plaza Surabaya, kami langsung menuju lokasi konser sekitar jam 22.00. Ugh, suasana masih sepi. Akhirnya kami memilih untuk nongkrong bareng arek-arek Suroboyo di luar venue sambil minum-minum dikit. Wah, ternyata ‘ramah-tamah’ yang terlalu lama itu memaksa kami untuk ketinggalan aksi dua band pembuka, Blingsatan dan My Pet Sally.

 

Koil sudah di atas stage membuka sebuah lagu hiburan yang cukup ringan di tengah malam. Dihargai tiket lima puluh ribu bonus  CD gratis dan segelas Blacklight mixed yang cukup menghangatkan. Crowd tidak terlalu banyak, padahal ini Koil. Entah ini karena masalah selera, publikasi yang minim atau [lagi-lagi] soal daya beli?! Akh persetan, pasti ada cara untuk mencari uang dan bersenang-senang…

 

Performa Koil tampaknya agak kagok di awal set. Otong dkk masih enggan bergerak. Tata suara belum terlalu sempurna. Dan penonton terlalu serius dalam menyimak panggung. Barulah kemudian di track Nyanyikan Lagu Perang dan Aku Lupa Aku Luka suasana berubah jadi lebih cair. Otong dkk mulai lebih enerjik dan komunikatif. Beberapa penonton sudah ikut benyanyi serta berteriak. Apalagi semenjak tiga dara berpakaian seksi ikut menari-nari di panggung melatari aksi Koil sepanjang malam itu. Damn!

 

Vokalis Otong tampil lepas dan emosional dalam balutan kostum hitam yang ekletik. Sialan, ternyata dia memang benar-benar bisa bernyanyi – seperti yang terdengar di album terakhirnya. Dia larut sambil terus menyemburkan bait-bait serapah dan harapan. Bahkan menurut seorang penonton, penampilannya mengingatkan pada Ville Valo [vokalis HIM] yang flamboyan itu. Duh!

 

Performa gemilang juga ditunjukkan oleh personil Koil yang lain. Terutama pada duet gitar Donny dan Adam yang cukup membius. Riff dan melodi yang bertumpuk bikin musik Koil semakin kaya warna. Peran dua orang itu mulai jadi harmoni terpenting di tubuh band. Sementara Imo [bass] dan Leon [gitar] menyulap setiap beat menjadi lebih megah di telinga. Koil mungkin bukan band yang cukup sering manggung di era-era terakhir – tapi aksinya sudah menunjukkan kalau mereka tidak canggung dan siap untuk besar dari panggung ke panggung.

 

Malam itu nyaris sempurna. Sayangnya soundsystem memang tidak terlalu baik dan terdengar kurang cadas. Mungkin terlalu standard karena ini klub musik Top40 yang lebih sibuk sama sound ajep-ajep. Dengan perangkat yang lebih keren, mungkin Koil sudah berada pada level permainan terbaiknya. Yah, kita perlu tunggu momen itu!…

 

Otong dkk sempat break sebentar di tengah set mempersilahkan ketiga stripper-nya untuk menaikkan nafsu audiens bersama lagu remix Breath On Me. Hanya kilatan blits kamera dan mata jalang yang lepas dari bibir stage. Di saat kembali, Koil sudah siap dengan set kedua yang lebih keras dan akrab. Memacu lagi adrenalin penonton yang masih enggan untuk pulang ke rumah. Empat lagu istimewa digeber kemudian. Hingga kami semua sudah mulai melupakan dosa dan berjalan mendekati surga…

 

[Samack]

 

KOIL Set-List ; Hiburan Ringan part 2, Nyanyikan Lagu Perang, Aku Lupa Aku Luka, Kenyataan Dalam Dunia Fantasi, Ajaran Moral Sesaat, Breath On Me, Dosa, Sistem Kepemilikan, Semoga Kau Sembuh part 2, Mendekati Surga.

 

Thanks to ; Santi The Goddess & Koil Army. Lingga+Helmi+Angga & SBHC. Amir & Imagine Production. Verry Kaspo. Mr.Jack Daniels. Dan sori buat Afix yang ditinggal di Malang, haha!…

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: