Notes From Underground ; Zines

Stephen Duncombe

Verso

Jika anda dulu into punk/hc atau subkultur underground pasti pernah menjumpai media sederhana seperti Maximum Rock N’ Roll, Profane Existence, atau Punk Planet. Jika dalam wilayah lokal, pernah ada yang namanya Revograms, Brainwashed, Mindblast, Megaton, Morbid Noise, sampai Tigabelas zine. Saat itu, tehnik cut & paste masih menjadi panglima. Eksekusinya diwakili oleh mesin Xerox. Dan etos do-it-yourself yang jadi semangatnya. Di masa-masa itu, the zines are allright!… Buku ini merupakan studi analisis yang cukup komprehensif tentang ‘Zines’. Penulis Stephen Duncombe cukup detail mendeskripsikan bagaimana sejarah dan lika-liku perkembangan media ini. Membahas juga muatan nilai dan propaganda yang biasa diserukan oleh para publisher atau editornya. Secara historis, zines memang lahir dan besar dari kreasi perorangan, komunitas atau scene. Apapun itu jenisnya. Mulai dari tema personal, gaya hidup, seni, musik, fiksi ilmiah, budaya, sosial, politik, sampai reliji. Zines yang rata-rata dicetak dalam bentuk simpel dan tradisional juga biasa dipasarkan untuk kalangan sendiri. Media kecil ini mampu menjadi gerakan kultural, yang malah terkadang sangat politikal. Hikayat zines berhasil dikupas habis dan mendalam dalam buku yang berjudul lengkap Notes From Underground ; Zines and The Politics of Alternative Culture ini. Sungguh ini sebuah kitab suci bagi anda yang mengaku zine-maker maupun zine-lover!… Well, saya tidak tahu apakah zines masih cukup esensial di jaman sekarang. Di mana orang-orang mungkin lebih suka membuat blog pribadi di Multiply dan Blogspot, atau gabung di social network seperti Friendster dan MySpace. Harus diakui, tehnologi internet sedikit banyak telah merampas kreatifitas dan komunikasi sosial di ‘daratan’. Meski di beberapa tempat zines yang tradisional masih juga bertahan. Sebagian malah berevolusi secara lebih baik dan profesional. Baik itu dalam bentuk zine atau newsletter yang lebih variatif, tebal dan berwarna. Sebut saja beberapa nama ; Ripple, Wasted Rockers, Mosh!, Berontak, dan masih ada beberapa lagi. Semoga mereka tetap eksis dan terus berkarya di antara segala himpitan keterbatasan media tradisional. Sehingga generasi yang akan datang masih bisa memegang zines, dan ikut merasakan semangatnya. Jangan sampai punah dan hanya dikenal sebagai bagian dari romantisme masa lalu. Long Live Zines, Fuck Internet, haha!… [Sakk]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: