Lords Of Chaos


Michael Moynihan & Didrik Soderlind

Feral House Book

Bagaimana reaksi anda saat sedang santai nongkrong bersama teman-teman di depan teras distro tiba-tiba ada nyeletuk, “Oke fren, malem ini kita ngebakar gereja yang mana lagi nih?!” Dan seketika itu juga seorang pemuda gondrong berparas tampan langsung berdiri penuh semangat sambil berucap, “Darkness is light!”… Tenang, adegan seperti itu mungkin hanya terjadi di Helvete shop di kota Oslo sana, sekitar awal 90-an. Sejak dulu blackmetal memang selalu gelap dan kontroversial. Baik secara musikal hingga menusuk sendi-sendi ideologis, kultural, sosial, bahkan politis. Genre ini seakan memang dilahirkan untuk menghujat dan mengucapkan ‘fuck you’ terkeras kepada kesucian. Lalu salahkah Coven, Black Widow, Venom, dan Kiss?! Ataukah ini bibit satanis dari ajaran Aleister Crowley dan Anton LaVey?! Ketika pembakaran gereja, perusakan makam, provokasi, kekerasan, hingga pembunuhan jadi fenomena baru bagi kawula muda di tanah Skandinavia. Saat mitologi, okultisme, dan paganisme ada di balik motif cerdas yang berlatar belakang keyakinan, misi suci atau amanah leluhur. Atau itu hanya sekedar gimmick, lelucon bodoh dan emosi kekanakan agar pemuda-pemuda itu tampak cool. Yeah, sometimes it was for fun and it’s called an entertainment, they said. Looks so ugly and stupid?! Sementara kita di sini cukup terpukau mendengarkan ‘irama iblis’ dari Mayhem, Emperor, Burzum, Darkthrone, Immortal, Abruptum, Enslaved, dan klannya. Tak ayal, dalam waktu singkat blackmetal – secara musikal, movement, filosofi, dan bisnis – langsung melesat ke puncak serta jadi happening di mana-mana. Lords Of Chaos merupakan investigasi tersolid soal scene blackmetal dan kultur satanik, khususnya yang terjadi di Norwegia. Buku ini dikerjakan oleh dua orang jurnalis – Michael Moynihan dan Didrik Soderlind – selama tiga tahun dengan kaidah jurnalistik yang nyaris sempurna. Memaparkan data yang akurat, lengkap, mendalam, dan bisa dibilang amat obyektif. Michael dan Didrik bertindak bagai detektif swasta dengan sikap netral serta tidak berpihak pada siapapun. Hampir tanpa opini pribadi maupun prejudis. Semuanya konkrit berdasarkan data, pustaka, komentar dan wawancara dengan sumber-sumber penting – mulai dari musisi, scenester, kriminal, polisi, pastur dan pihak terkait lainnya. But who’s the man? Well, yang jadi lakon utama dan dapat porsi terbesar di buku ini tentu saja pentolan Burzum, Varg Vikernes a.k.a Count Grishnack. Orang yang bertanggungjawab atas pembakaran sejumlah gereja, perusakan makam, serta pembunuhan Oystein Aarseth a.k.a Euronymous [Mayhem]. Kita bisa menjumpai fakta-fakta menarik tentang Varg, yang antara lain ; Seorang ‘anak mami’ yang ironisnya memiliki nama asli Kristian. Dia sempat tinggal di Irak saat ayahnya bekerja untuk Saddam Hussein. Varg juga dikenal pengagum Tolkien dan Quisling yang menyepakati doktrin nazi dan memilih menjadi rasis. Dia pernah ‘menjual jiwanya’ kepada paham skinhead, okultisme, satanisme, sampai nordik-isme dan mitologi. Lalu merevisi haluan musik Burzum dari pure blackmetal menuju ambient electronica. Semenjak ditangkap dan masuk penjara, Varg justru belajar lebih banyak dan sedikit lebih bijak. Di setiap sesi wawancara, dengan cerdas ia menjelaskan tentang kultur blackmetal, sejarah & mitos nordik, filsafat, bahkan soal alam semesta, UFO dan alien. Damn, Varg yang smart-ass dan wise itu sudah mencapai taraf seorang filsuf. Ok girls, go dates him!… Buku yang berjudul asli Lords of Chaos ; The Bloody Rise of The Satanic Metal Underground ini menuai banyak kritik positif dan penghargaan dari berbagai kalangan serta media. Saya gak bisa bilang kalau kitab setebal lebih 400 halaman ini cukup teduh dan menenangkan. Sama sekali tidak. Tapi buat kamu yang suka memperlajari root musik dan kultur – meskipun itu cukup ‘bloody’ – maka buku ini amat sangat layak dikonsumsi. Dijamin bakal mengalahkan segala jenis buku sejarahmu yang lain. Sprakk du I sola, Varg?!… [lucifersam]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: