Burgerkill ; The Heavy Metal Monster

Tahun ini merupakan masa paling sibuk dan penuh manuver bagi Burgerkill, band metal papan atas asal Bandung. Mulai dari promo album, tour dan manggung, audisi vokal, line-up baru, merchandising, soundtrack, hellclub, situs baru, hingga penggodokan materi anyar serta seabrek aktifitas lainnya. Band yang baru membuka konser The Black Dahlia Murder ini memang pantas menyeru ‘Hellyeah!’ setelah 12 tahun karirnya yang konsisten dan produktif. Bulan puasa lalu Apokalip sempat berbincang via email dengan gitaris merangkap frontman Burgerkill, Ariestanto a.k.a Ebenz. Simak saja komentarnya tentang pengganti Scumbag, formula materi anyar, gaya hidup super-sibuk, serta ambisi yang sepertinya tidak pernah berakhir…

Burgerkill sekarang sudah punya vokalis baru dari hasil audisi. Sebenarnya apa kelebihan Vicki dibanding kandidat yang lain?

Sebetulnya yang paling mencolok dari Vicki dengan kandidat lainnya adalah keseriusan, dan kesiapannya selama proses audisi kemarin. Dari berbagai tahap yang kita uji berdasarkan kriteria, dia bisa mengatasi semuanya dengan mental dan attitude yang cukup baik. Dari hal yang serius, bercanda, sampe acara mabuk-mabukan pun bisa dilibas hampir tanpa cacat, hahaha.

Pada saat audisi vokal, apa kalian mencari yang karakternya mirip atau mnedekati [alm] Ivan Scumbag?

Dari awal kita sama sekali tidak terpikir untuk mencari karakter suara yang sama dengan almarhum. Kita semua sadar betul bahwa setiap orang punya karakter suara yang berbeda. Oleh karena itu saat audisi kita lebih menitikberatkan poinnya kepada kebutuhan kita terhadap seorang vokalis – baik secara skill, mental, interaksi dan performanya di atas panggung. Selain itu kita juga sangat menghindari hadirnya sosok vokalis yang mengidap LSD [Lead Singer Diseases], contohnya ; sombong, besar kepala, sulit diatur, dan lain sebagainya. Hehe, itu mungkin sudah jadi penyakit umum buat mereka yang ada di atas angin. Tapi bukan mereka yang kita cari, so kill ‘em all!

Menurut anda, dia bisa menyamai kapasitas dan kharisma [alm] Ivan Scumbag?

Jelas untuk kharisma almarhum Ivan tidak bisa tergantikan oleh siapapun dan kapanpun. Kita sadar betul itu. Tapi untuk urusan kapasitas kita semua tahu itu bergantung pada proses dan kemauan dari diri sendiri untuk bisa lebih baik dan terus membaik di setiap kesempatan berikutnya. Yah mudah-mudahan Vicki bisa terus beradaptasi dengan segala kebutuhan di dalam proses berkarya Burgerkill selanjutnya.

Apakah fans Burgerkill masih sering membanding-bandingkan vokalis yang sekarang dengan yang terdahulu?

Sejauh ini sih Vicki sudah ada di titik aman. Semua teman-teman dan fans Burgerkill juga sudah mulai bisa beradaptasi dengan kehadiran Vicki di tubuh Burgerkill. Hal ini juga didukung performa dan interaksi yang semakin membaik ketika di atas panggung ataupun di lingkungan sehari-hari. Mungkin untuk wilayah Bandung sendiri Vicki sudah bukan wajah baru, karena sebelumnya dia sempat bergabung dengan Balcony, Savor of Filth dan terakhir di Heaven Fall. Yah pro dan kontra ada aja sih, cuma kita berusaha menanggapi positif aja, toh mau dilawan juga gak ada habisnya, hehehe. Time will tell bro…

Oke, kabarnya kalian sudah mulai memasuki tahap penulisan materi musik terbaru. Bisa ceritakan sejauh mana sekarang hasilnya?

Yap, bulan puasa ini kita memang fokus ke penggarapan materi baru. So far so good. Sudah ada dua lagu baru yang masih terus kita sempurnakan. Rencananya awal November nanti kita mau masuk studio untuk merekam lima lagu sebagai demo awal.

Seperti apa proses produksi musik kalian saat ini?

Biasanya ide awal dan kerangkanya selalu aku yang buat, dari mulai album Dua Sisi dan Berkarat. Untuk album Beyond Coma and Despair sekitar 60% materi awal aku yang kerjakan, dan sisanya kita garap sama-sama di studio latihan. Nah, untuk materi yang sekarang ini kita garap sama-sama di basecamp Burgerkill. Aku pribadi sih pengennya di album berikutnya semua personil punya andil yang sama kuat di seluruh prosesnya. Supaya nantinya kita bisa sama-sama membentuk ikatan visi dan misi yang lebih solid dan powerfull untuk menerjang ganasnya dunia industri musik Indonesia, hehehe.

Kira-kira seperti apa corak musik Burgerkill selanjutnya? Ada perbedaan dibanding musik kalian sebelumnya?

Tidak terlalu berbeda dengan album sebelumnya, hanya sekarang kita ngerasa jauh lebih ada progres hampir di semua lini. Banyak sekali pengaruh-pengaruh baru yang ikut memberi kontribusi dalam struktur materi baru Burgerkill. Band-band Eropa seperti Gojira, Hacride, Meshuggah atau Lyxanzia banyak memberi ide-ide baru dalam memainkan middle beat yang heavy. Sedangkan band-band US old-school seperti Megadeth, Slayer, Monstrosity, Canibal Corpse, Pantera, dan Anthrax juga tetap menjadi pondasi penting yang ikut memberi banyak inspirasi dalam penggarapan emosi lagu dan strukturnya. Selain itu sesi vokal kita banyak bereferensi pada Devin Townsend, Mark Hunter, Bjorn Speed, dll. Hehe, monggo dikira-kira seperti apa nanti jadinya. Yang jelas dengan adanya Ramdan dan Vicki sebagai striker baru di tim kami sangat terasa kontribusinya. Ramdan datang dengan pengaruh Swedish-nya yang kental. Didukung oleh Vicki yang cukup kuat di sesi distorsi dan clean vocal-nya bisa jadi senjata baru buat kita bertempur di album berikutnya.

Lalu tanpa Ivan, siapa yang nanti akan menulis lirik? Tema-tema apa saja yang kemungkinan akan diangkat?

Sudah jelas sepeninggal Ivan tugas ini akan diserahkan pada Vicki untuk melanjutkannya. Menulis lirik juga menjadi bagian penilaian kita pada proses audisi kemarin. Di mana semua kontestan diwajibkan untuk membuat dua buah lirik dalam bahasa Indonesia dan Inggris sebagai bahan pertimbangan. Yang kita lihat sejauh ini Vicki punya kapasitas untuk menulis dan memberikan emosi di dalamnya. Untuk temanya sekarang kita mencoba lebih bijaksana dalam pemilihan topik dan bahasa yang akan digunakan. Namun kita tetap akan mengangkat hal-hal sekitar interaksi personal dengan lingkungannya dalam sudut pandang yang lebih luas. Jujur aja aku dan anak-anak punya sedikit trauma dengan lirik-lirik tentang keputus-asaan dan kematian. Mengingat apa yang terjadi pada almarhum Ivan dengan lirik-lirik yang dia buat banyak sekali yang mengindikasikan kisah akhir dari hidupnya. Semenjak kejadian itu kita percaya bahwa sebuah ucapan atau lirik itu adalah sebuah doa yang lambat laun akan ada pembuktiannya, apapun itu bentuknya…

Lalu targetnya kapan akan merilis album baru lagi?

Targetnya pertengahan tahun depan kita rilis album baru. Kita sedang berusaha merubah budaya di tubuh Burgerkill yang selalu rilis album tiga tahun sekali. Bantu doanya ya semoga semua rencana ini berjalan dengan lancar.

Seperti album-album sebelumnya, kami yakin nanti masih di-produseri oleh Yayat Achdiyat. Kalau boleh tahu kenapa kalian selalu memakai jasa beliau?

Wah, gak akan ada habisnya ngebahas kehebatan orang ini di mata kita. Secara kontribusi dan loyalitasnya, Yayat sudah kami anggap personil ke-enam di Burgerkill. Mungkin dia satu-satunya produser yang paham betul dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak semenjak album Dua Sisi sampai sekarang. Beliau salah satu orang yang sangat kami tua-kan dan selalu kami mintai pendapat akan hal apapun yang berhubungan dengan Burgerkill. Yayat itu sangat fleksibel dengan cara kerja anak-anak. Namun di kondisi tertentu dia juga sangat tegas dan perfeksionis di setiap pekerjaannya. Burgerkill dengan Yayat itu ibarat Slayer dengan Rick Rubin, atau ibarat biji dengan batangnya mas, hehehe.

Dan masih memakai label sendiri, Revolt Records? Atau ada kemungkinan gabung dengan label rekaman lain, major label lagi misalnya?

Sejauh ini kita belum membahas masalah label, Revolt atau yang lainnya. Hanya kita berencana untuk mengajak kerjasama pihak major dalam hal distribusi dengan harapan bisa lebih menyebar dan merata seperti yang sudah dilakukan Seringai dengan Universal Music. Yah kita lihat aja nanti seperti apa akhirnya…

Banyak yang penasaran, Revolt Records itu memang label khusus buat Burgerkill saja atau ada kemungkinan merilis album milik band lain juga?

Revolt Records membuka pintu selebar-lebarnya buat siapapun yang mau kerjasama dengan kita. Memang sudah ada rencana sih rilisan band-band berikutnya, cuma kita masih terbentur di masalah finansial produksinya jadi agak tertunda. Harapan kita Revolt Records bisa ikut ngebantu band teman-teman lain yang punya kendala sama dalam urusan label, distribusi, promosi dan apapun yang mereka butuhkan.

Sepeninggal Ivan, kamu sekarang jadi satu-satunya personil orisinil Burgerkill. Gimana rasanya?

Mmm, agak bingung aku ngejawabnya. Sebetulnya ini beban berat yang sama sekali gak terbayang sebelumnya. Tapi untungnya aku punya teman-teman dan tim yang selalu setia membantu dan menemani mengolah beban itu menjadi sebuah tantangan baru yang harus dihadapi. Memang terkadang rasa depresi datang pada saat aku buntu berfikir untuk melakukan sesuatu pada band ini, dan tentunya hal ini sangat mengganggu sekali. Untungnya frekuensi anak-anak kumpul dan ketemu tetap seperti dulu waktu almarhum Ivan masih ada, jadi aku gak pernah kesepian hehe.

Dan kayaknya kamu lebih dominan dalam mengelola hampir semua aktifitas Burgerkill. Tidak takut dibilang otoriter oleh personil lain?

Buatku apapun yang bisa aku lakuin buat Burgerkill bakal aku kerjain. Seberapa capeknya gak pernah aku pikirin sama sekali selama aku enjoy ngerjainnya. Hampir 12 tahun terakhir ini sebagian besar waktu, tenaga, dan pikiran aku curahin ke Burgerkill. Rasanya aneh kalo satu hari aja gak bersentuhan dengan band ini apapun itu urusannya. Aku mengganggap itu sudah menjadi tugasku sebagai orang yang paling lama ada di Burgerkill untuk mengelolanya. Bukan berarti yang lain tidak peduli hanya saja mungkin aku yang paling punya banyak waktu, sementara yang lain sibuk dengan rutinitas masing-masing. Untungnya anak-anak sadar betul dengan kondisi ini. Yah namanya juga berteman jadi harus bisa saling menutupi kekurangan dengan kelebihan masing-masing…

Atau mungkin peran kamu itu bisa disamakan seperti Ahmad Dhani di Dewa?

Hahaha, Ahmad Dhani itu sekarang isi kepalanya 70% komersil dan 30% idealis-nya. Dia sudah gak mikirin mau dibawa kemana Dewa, yang penting bisa laku gimanapun caranya dia halalkan. Dia memang terlihat otoriter dalam menjalankan posisinya. Kalau aku di Burgerkill mungkin kebalikannya. Aku selalu berusaha berfikir bagaimana caranya mengais rejeki dengan ‘menjual’ idealis yang kita punya dalam bentuk apapun. Aku juga selalu berusaha membawa semua hal yang berhubungan dengan Burgerkill ke forum anak-anak terlebih dahulu sebelum memutuskan. Buat kita Burgerkill itu ladang mencari rejeki yang harus diolah bersama dan dapat dipertanggungjawabkan bersama juga. Tapi di beberapa sisi ada juga prinsip-prinsip kepemimpinan yang aku suka dari seorang Ahmad Dhani, hanya saja gak semuanya cocok dengan kondisi di tubuh Burgerkill.

Lalu dengan kesibukan kamu yang seabrek itu, pernah dapet komplain dari personil, manajemen atau keluarga?

Untuk masalah komplain udah pasti ada lah. Pasti setiap orang di sekitarku selalu ingin punya jatah lebih banyak dalam urusan waktu, pikiran maupun perhatian. Syukurnya baik dari pihak keluarga maupun anak-anak juga ikut mensupport semua kegiatan yang aku kerjakan, selama itu positif. Hal seperti itu udah aku anggap sebagai resiko dari profesi yang aku pilih. Dan alhamdullilah, sejauh ini semua bisa berjalan lancar.

Wah, sudah super-sibuk di Burgerkill, kamu masih sempat bikin proyek band Mesin Tempur. Gimana kabarnya band itu?!

Mesin Tempur baik-baik aja, hehe. Masih tetap gila dan semaunya sendiri. Sebetulnya sekarang ini agak sulit untuk mengatur jadwal antara Burgerkill dan Mesin Tempur, karena tawaran job untuk Mesin Tempur sudah mulai banyak. Tapi ya karena ini hanya side project jadi aku tetap menerapkan Burgerkill sebagai prioritas utama. Rencananya awal Desember ini kita mau merekam 20 lagu untuk album greatest hits dari Mesin Tempur. Mudah-mudahan bisa rilis di awal tahun 2008 nanti…

Baru-baru ini salah satu lagu Burgerkill masuk jadi OST Malam Jum’at Kliwon. Gimana tuh ceritanya?

Sebetulnya OST Malam Jumat Kliwon adalah kesempatan kedua kita kerjasama dengan pihak Indika Film yang sebelumnya pernah menyertakan lagu kita di OST Hantu Jeruk Purut. Awalnya sih teman dekat kita dipercaya oleh pihak Indika Film untuk mencari talent band yang cocok dijadikan soundtrack film mereka. Nah dari beberapa band yang diajukan akhirnya kita yang kepilih, dan kita sepakat untuk kerjasama mengisi soundtrack di dua film mereka. Yah kita pikir gak ada salahnya buat cari pengalaman baru sekalian promo album ke audience film yang cenderung lebih universal kalangannya.

Oya, Burgerkill juga sempat manggung di music-fest terbesar, Soundrenaline. What’s going on there?

Wuih, main di Soundrenaline itu banyak sekali meninggalkan kesan. Dari suasana backstage yang berbeda, audience yang lebih luas, dan persiapan mental kita untuk tampil maksimal di event ini. Ya kita seneng banget diberi kesempatan buat unjuk gigi di situ. Kita juga bangga setidaknya ada perwakilan dari komunitas bawah tanah yang bisa ikut meramaikan event sebesar Soundrenaline. Alhamdullilah, respon audience di Bandung dan Surabaya cukup memuaskan bagi kita serta pihak penyelenggara. Yah setidaknya sebagai pembuktian kepada mereka di industri besar bahwa komunitas kita punya power yang sangat kuat. Mudah-mudahan di tahun berikutnya teman-teman dari komunitas kita juga bisa tampil di event bagus itu…

Jadwal show kalian cukup padat akhir-akhir ini. Mungkin tahun ini yang terpadat sepanjang karir Burgerkill. Kesan dan pengalaman apa aja yang kalian dapat selama menjalani rangkaian show tersebut?!

Yap betul, ini adalah tahun dengan jadwal terpadat sepanjang karir bermusik Burgerkill. Sampai kita sering kebingungan untuk mengatur tawaran job yang terkadang bersamaan waktunya. Banyak sekali kesan dan pengalaman menarik di setiap kota yang kita datangi. Salah satunya rangkaian tour Jawa Timur dan Bali yang merupakan tour pertama yang pernah kita jalanin. Selama sepuluh hari lebih kita travelling ke lima kota dengan menggunakan bis bersama rombongan orang-orang gila di dalamnya, haha. Masih kebayang di kepalaku seperti apa suasananya. Bayangin aja kita cuma dikasih kondisi sadar pas waktu tidur aja. Sisanya sudah gak perlu diceritain lagi, hehe. Ten days of madness!…

Kota mana yang belum pernah dikunjungi tapi kalian ingin segera datang dan manggung di sana?

Wah masih banyak kota yang belum kita datangi. Untuk pulau Jawa aja kita pengen bisa main di Semarang, Jember, Purwokerto, dan Kediri. Untuk luar Jawa-nya seperti Padang, Lampung, Samarinda, Menado, Pontianak dan masih banyak lainnya. Insyaallah tahun depan kita bisa berkunjung ke lebih banyak kota lagi…

Nah, sekarang ceritakan soal fansclub kalian yang baru, Begundal Hellclub…

Sebetulnya Begundal Hellclub itu bukan sebuah fansclub. Ini hanya tempat berkumpulnya teman-teman yang suka akan musik Burgerkill dan respek terhadap movement kami selama ini. Awalnya banyak sekali teman-teman yang ingin berinteraksi lebih dekat dengan kita di Burgerkill dan menyarankan untuk membuat sebuah wadah yang dikhususkan buat siapa saja yang ingin mendapat fasilitas lebih dari kita, seperti akses untuk mendapat potongan harga merchandise, atau hadir di acara private seperti  secret-show, dan lain-lain. Kenapa kita menamakannya Begundal Hellclub, bukan Burgerkill Hellclub? Karena kita juga termasuk begundal-begundal yang peduli akan Burgerkill dan masa depannya. Alhamdullilah di pendaftaran gelombang pertama sudah ada 225 orang yang ikut, dan di gelombang kedua sekarang sudah hampir 70 orang yang terdaftar. Mudah-mudahan dengan adanya Begundal Hellclub ini bisa ikut membantu karir Burgerkill selanjutnya baik itu ide, kontribusi, atau dukungan spiritnya.

Gosipnya kalian juga sedang menyiapkan proyek dokumentasi DVD perjalanan karir Burgerkill. Sudah sampai mana prosesnya?

Hehe, ini proyek paling santai yang pernah kita garap. Memang awalnya kita pengen DVD ini buru-buru selesai, tapi setelah konsultasi ke teman-teman dan menimbang-nimbang lagi kayaknya proyek DVD ini akan kita kerjakan perlahan-lahan disesuaikan dengan kualitas content dan editing yang baik agar lebih layak untuk dinikmati. Mudah-mudahan awal tahun 2008 nanti bisa kita rilis DVD-nya…

Yups, sudah dua belas tahun kalian tetap ada di sini dan terus berkarya. Masih ada harapan dan obsesi Burgerkill yang belum tercapai hingga sekarang?

Kalo bicara masalah harapan dan obsesi Burgerkill sama sekali tidak ada habisnya. Masing-masing personal yang terlibat di Burgerkill memiliki banyak dan beragam harapan serta obsesi dari apa yang sedang kita bangun sekarang. Dari mulai obsesi untuk ‘go internasional’ hingga mimpi-mimpi konyol yang sering kita bahas bersama. Seperti misalnya menjadikan Revolt records sebagai label rekaman sebesar Roadrunner, haha. Tapi harapan terbesar bagi kita adalah eksistensi dalam berkarya…

 

[lucifersam]

Foto dok. BKHC [www.burgerkillofficial.com]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: