Sunn 0))) & Boris – Altar [Southern Lord]

Sebagai teman lama – antara drone heavyweights asal Los Angeles, Sunn 0))), label doom & metal terpopuler, Southern Lord, dan drone milik Asia Tenggara, Boris, – tidak aneh rasanya bila mereka akhirnya merilis sebuah album kolaborasi. Hasilnya, sebuah komposisi drone yang cenderung lebih nge-band, dibandingkan sekedar geraman belasan amplifier yang bernada berat. Saya agak bingung membayangkan proses kedua band ini rekaman, sejak mereka memiliki jadwal rekaman yang berbarengan: artinya equipment mereka sudah pasti dibawa semua, di mana Boris akan membawa minimal 5-6 ampli Orange, sementara Sunn 0))) juga membawa minimal 12 amplifier Sunn. Hell. Bukan berarti studio rekamannya sebesar hanggar pesawat, tapi sepertinya membutuhkan energi ekstra untuk loading berkali-kali equipment mereka. Tapi itu bayangan liar saya saja. Haha. Tapi sebenarnya, para pengisi album Altar ini tidak hanya antara Sunn 0))) dan Boris saja, tapi juga melibatkan berbagai musisi seperti Jesse Sykes, Joe Preston [The Melvins/High On Fire], Kim Thayil [Soundgarden], Dylan Carlson & Adrienne Davis [Earth], Rex Ritter, dan banyak lagi. Secara keseluruhan, album ini tidak pure doom-drone, tapi juga banyak ambient. Kunci-kunci minor, atmosfer yang haunting, vokal yang dibisikkan, geraman amplifier yang rendah. Jantung dan dada akan bereaksi berbeda. And it’s a good thing. Yang pasti, album ini memang dikonstruksi sedemikian detail sehingga menjadi sebuah masterpiece berikutnya. Album ini memang dimaksudkan untuk tidak sekedar secara detail didengarkan dan diapresiasi, tapi juga bereksperimen sendiri dengan sensasi sound yang didapatkan. Altar dibuka dengan track Etna, di mana sound low-end seperti chant Tibet terasa dan kemudian direspon dengan perkusi. Track ini bagaikan intro ending, namun dengan durasi 9:50 menit saja. Drummer Boris, Atsuo, memaksimalkan setiap hentakan sampai layer baru gitar masuk dan mendentam. Very heavy, very metal. N.L.T lebih merupakan sound tipikal yang akan kamu dapatkan dari Sunn 0))), jadi atmosfer kolaborasinya di sini tidak terlalu kuat. Track yang mengejutkan, adalah Sinking Belle [Blue Sheep]. Kedua band berhasil keluar dari sound tipikal mereka dan bereksperimen dengan melodi, dan berhasil diterjemahkan dengan indah. Ya, kalau bilang track ini nyaris menyerempet sound US shoegaze, cukup tepat. Tone lembut, dan Stephen O’Malley memainkan piano disini. Sementara vokalis folk Jesse Sykes juga berhasil menangkap atmosfer lagu dan mengeksekusinya dengan lembut dan indah. Bisa jadi sebuah terobosan berani dari kedua band, ataukah mereka sedikit terpengaruh dengan warna musik Justin Broadrick? Yang pasti eksperimental mereka berhasil. Dari karakter vokal Sykes yang country-ish tapi cenderung gloomy, hingga atmosfer yang cukup sedih. Track berikutnya, Akuma No Kuma, ternyata merupakan track yang lebih dekat kepada Boris, hanya saja memiliki sound noise dan sampling paling banyak. Para kolaborator seakan sepakat menyumbangkan satu kesatuan komposisi noise melodius, dan di tengah lagu seolah menyisipkan atmosfer scoring film. Fried Eagle Mind seperti sebuah lagu misterius, mengawang, dan evil. Gitaris Boris, Wata, bernyanyi dalam lagu ini, well, tidak terlalu bernyanyi, tapi lebih seperti memberikan humming dan chant magis. Cukup psikadelik dan spacey, mengalir. Nuansa semi-horror, juga efek ‘ending’ yang tak berkesudahan. Track paling metal dan evil adalah dalam track terakhir Bloodswamp, mungkin seperti ini bila melodi-melodi Jeff Hanneman dan Kerry King yang chaotic dilambatkan sangat pelan. Sound low-end di sini cukup berada di depan, sehingga bila dipasang di sistem audio yang bagus akan lebih terasa menghentak dalam. Saya beruntung mendapat album Altar versi limited edition, dengan nomor 0089, plus sebuah bonus SatanOscillateMyMetallicSonatas CD [jangan tanya mengapa nama CD bonus itu seperti ini], di mana Sunn 0))) dan Boris berkolaborasi bersama Dylan Carlson, Her Lips Were Wet With Venom. Bayangkan Earth dengan sound yang lebih jahat, feedback-feedback rendah yang mencekam, dan latar belakang suara gong dan cymbals yang nyaris tanpa henti. Southern Lord tidak hanya merilis sebuah album, tapi sebuah paket karya seni yang menakjubkan, dari musik hingga packaging-nya. CD ini berbentuk gatefold dengan booklet bagus, dan sampulnya yang digarap oleh Aaron Horkey [Marzuraan, Sunn 0))), etc.] juga menakjubkan. Saya tidak sabar menunggu versi vinyl album ini. Until then, coba cari album ini. Direkomendasikan terutama untuk fans musik kontemporer. [arian13]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: