Fucked Up – Hidden World [Jade Tree]

Saya hampir lupa bagaimana sound punk rock, sampai ketika mendengarkan Fucked Up. Ya, ini adalah kali pertama saya mendengarkan mereka, setelah berapa lama penasaran. Sebenarnya mereka sudah merilis sangat banyak rekaman, hanya saja baru kali ini kesempatan itu datang. Pink Eyes [vokal], Concentration Camp [gitar], Mr. Jo [drums], Mustard Gas [bass], 10,000 Marbles [guitar] mencoba mengembalikan sound punk rock tradisional tanpa berusaha atau terjebak ke retro. Terlalu banyak band punk rock yang kini memiliki sound sejenis membuat saya lupa kalau dahulu sempat ada band-band punk rock yang unik, seperti Adolescents, Husker Du, Germs, dan lainnya. Padukan sound mereka dengan sound Black Flag, Poison Idea, Big Black, apapunlah, mungkin menjadi sound yang kini dibawakan Fucked Up. Traditional punk? Entahlah. Yang pasti Hidden World menawarkan sesuatu yang brilian, ikonoklastik, mengingat bagaimana ternyata punk rock merupakan salah satu hal penting yang terjadi dalam sejarah musik. Ah, persetan, mari langsung bahas albumnya. Track pembuka Crusade yang berdurasi 6 menit dimulai dengan intro yang cukup dragging, tapi dalam kesan positif. Ketika drum rolling dan gitar masuk, di sana kamu segera tahu ada sesuatu yang berbeda dengan band ini. Kalian yang terbiasa dengan punk rock yang kekinian akan agak ’bingung’, tapi yang dekat dengan old school punk rock, segera mengalami sensasi yang sama ketika mendengar album rekaman Black Flag, misalnya. David Comes To Life terasa epikal. You do want to destroy everything and still smiling. Guess what, lagu ini ibarat band hardcore seperti Kill Your Idols mencoba membawakan The Ramones, ya, kalian dapat membayangkan lagu agresif nan epikal dengan paduan suara satu-dua, you know those ooh-aahs. Damn. Invisible Leader juga mengejutkan di tengah lagu dengan stop and go breaks yang tak terduga. Kalian akan berpikir, “Kok kepikiran ya?”, dan ketika kalian mulai melupakan part tadi, ternyata keluar lagi sekilas. Dan kadang juga tidak percaya ketika beberapa riff gitar tiba-tiba mengingatkan sound seperti The Buzzcocks! Seperti yang ada dalam lagu Carried Out To The Sea, kalau misalnya approach band lokal seperti The Brandals tidak terlalu mengacu pada band-band seperti The Stooges and such, bukan hal yang mustahil menjadi lebih agresif dan tetap memorable seperti Fucked Up. Well, that’s another thing. Tidak terasa ketika mendengarkan pertama kali, tapi mereka memasukkan violin ke dalam sound mereka. Brengsek. Juga dalam salah satu lagu terbaik mereka di sini, Baiting The Public, semua instrumentasi seolah asik sendiri sebelum kembali lagi menyatu, dan kemudian berpisah kembali. Aneh, tapi sebagaimana penulisan lagu jenius, lagu ini mudah dinikmati tanpa berusaha catchy. Dan memang lagu ini tidak catchy, tapi…catchy. Bingung? Makan tuh. Two Snakes adalah juaranya di sini bersama Manqueller Man, you’re gonna thrash and burn to this song. Yang satu lagu punk rock berwacana, kalau boleh saya bilang, sementara yang satu lagi anthem nihilistik. Ada cukup banyak instrumentasi-instrumentasi yang tidak terduga dalam lagu-lagunya, kebanyakan justru di intro dan outro lagu, seperti tidak ingin mengganggu ketika Pink Eyes sedang berada di depan. Sound gitar yang lebih crunch dibandingkan dengan distorsi maksimum, tapi vokal yang berat dan kasar seperti Negative Approach, Poison Idea, Kill The Man Who Questions. Sementara lirik Fucked Up yang intelek tanpa terlalu tinggi juga menjadi ciri khas. Tema dari agama, politik, dan budaya lebur dalam setiap rilisan mereka. Hidden World ditutup dengan track punk rock yang panjang, Vivian Girls yang berdurasi 9:26 menit. Nama mereka mungkin saja nihilistik [kata yang sepertinya menjadi favorit saya di tulisan ini], tapi yang pasti musikalitas mereka sama sekali tidak fucked up! [arian13]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: