Ancient Glory ; Hari Kebangkitan?!

Sebuah konferensi para bandot tua dan band veteran sekota yang dikumpulkan dalam suatu perayaan musik yang paling keras tahun ini. Untuk sebuah misi suci membangkitkan mayat-mayat berdarah dan menggemakan kembali musik ekstrim pada generasi muda. Should we called it the awakening?!…

THE STORY BEHIND ; EPICUS METALLICUS
Ancient Glory digagas oleh sekumpulan pemuda yang menamakan dirinya Metal Dismemberment. Sindikat yang hampir selalu berkostum gelap ini dimotori oleh Mentho [gitaris Keramat & Silence is Broken] dan Gayong [vokalis Perish]. Mereka terobsesi untuk bikin show dalam standard yang medium namun tetap terkesan megah. Ini memang memerlukan detail persiapan dan produksi yang terkonsep secara baik. Mulai dari sektor publikasi acara, CD sampler dan merchandise band, dekorasi panggung, serta rekaman audio-visual selama konser – di samping tentunya kualitas soundsystem dan lighting yang memadai.
Hal itu sangat disadari sekali oleh panitia yang bekerja cukup keras selama berminggu-minggu menjelang pertunjukan. “Kita cuma pengen bikin acara yang segalanya terformat dengan baik. Nyaman buat band yang manggung, dan enak diliat ama penonton,” ujar salah seorang panitia. “Sekalian kita juga mau rekam konser ini dalam bentuk audio maupun video. Nantinya khan bisa jadi salah satu dokumentasi scene underground Malang.”
Setelah konsep acara sudah jadi, giliran panitia mulai me-list nama-nama band yang mau diundang. Band-band yang dipilih pun cukup selektif. Sebagian besar memang termasuk band yang sudah berpengalaman dan cukup veteran. Hal itu sangat wajar dan tidak perlu diperdebatkan. Sebab dari titel acaranya saja sudah cukup menjelaskan maksud dari Mentho dkk. “Iya, ini semacam reuni band-band lama yang digabung dengan beberapa band baru. Saatnya mereka kembali ke panggung dan unjuk gigi lagi…”
Persiapan panitia memakan waktu efektif sekitar satu bulan. Sejumlah komunitas, distro dan kloting turut mendukung pertunjukan ini. Pada detik-detik akhir panitia bahkan deal dengan sebuah brand rokok sebagai sponsor – meski dengan kompensasi yang tidak terlalu besar. “Sebab memang butuh dana yang tidak sedikit untuk bikin acara seperti ini,” alasan mereka.
Dari sekedar ide biasa menjadi proposal. Sejak panitia menempelkan selembar poster di pinggir jalan sampai pada backdrop sponsor berukuran raksasa se-‘iron maiden’. Dan akhirnya salah satu gedung milik kampus Universitas Negeri Malang menjadi saksi sebuah ‘kebangkitan’ baru, 15 April lalu…

ON THE STAGE ; TROOP OF DOOM
Omen adalah tentang empat anak muda yang memainkan nada-nada sadis nan jahanam. Mereka bermain pada level musik blackmetal ala Dark Funeral atau Anaal Naatrakh. Mereka sudah merilis singel Empire of Fire, dan kabarnya akan segera merekam materi albumnya dalam waktu dekat ini.
Perish termasuk salah satu list yang ditunggu-tunggu penonton. Di acara ini, Gayong dkk memimpin ritual konser tribut untuk Impaled Nazarene lewat lagu Motorpenis dan Karmageddon Warriors. Saat ini, Perish sudah mulai menyiapkan sesuatu di studio rekaman, dan bersikeras untuk merebut tahtanya kembali.
Silence Is Broken digawangi eks personil Rotten Corpse dan Keramat. Gambaran kelompok musik dengan aura jahat dan nuansa blasfemik dalam pengaruh dari All Shall Perish, Bolt Thrower, Dying Fetus hingga Carcass. Hasil rekaman dari live ini berhasil mereka rilis sendiri ke publik, kreatif!
Bloodlust Revenge adalah pengusung beat musik hardcore yang mungkin terlalu berat untuk disebut hardcore. Mereka terdengar lebih keras, metalik dan intens. Musik cadas kekinian dengan corak ala Lamb of God atau The Black Dahlia Murder.
Primitive Chimpanzee merupakan pernyataan panggung dalam keadaan darurat dan siap tempur. Mereka memuntahkan peluru-peluru tajam dalam balutan sirkus hardcore dan celoteh sarkastik dari sang vokalis. Gokil!
Anorma mampu membuat musik metal menjadi lebih harmonis dan mempesona. Irama cadas ala swedish dengan skill gitar yang paten, serta bunyi drum programming yang cukup manusiawi.
Keramat menghantamkan logam yang paling berat – yang bisa saja membuat band-band lain merasa terlalu ‘pelan’ untuk tampil di Ancient Glory. ‘Brutaldeath’ adalah nama marga mereka, serta tetap menempatkan Suffocation dan Cannibal Corpse sebagai ‘sesembahan’ abadi.
Screaming Factor masih jadi jaminan meledaknya antusiasme crowd dan moshpit yang seru. Materi baru mereka terdengar makin rapat, kompleks dan cerdas. Kabarnya Novi dkk sedang dalam penggodokan album baru.
Sekarat jadi veteran metal dalam nuansa lawas 90-an. Deathmetal standard dengan performa yang cukup ‘klasik’. Drummer yang serius, gitaris yang tenang, bassis yang liar dan vokalis yang selalu tampil flamboyan. Kvlt!
Bangkai adalah bandot tua yang paling senior dalam acara ini. Mereka tampil gagah dan berwibawa di atas stage. Musiknya tetap berakar pada genre grindcore yang di-mix dengan unsur rock dan metal.
Antiphaty tampil elegan dan istimewa sebagai penutup konser Ancient Glory. Tak heran, begitu banyak fans Catur dkk yang sudah menunggu sejak sore. Musik punk ternyata mampu menjadi klimaks dalam sebuah konser metal. The ultimate crusty warriors!

THE BACKSTAGE ; POST-SHOW SYNDROME
“Lumayanlah acaranya. Seru. Apik!” ungkap salah seorang penonton pasca konser. “Ah biasa aja, tidak terlalu istimewa,” komentar pemuda yang lain dengan raut sinis. “Backdrop sponsornya kegedean tuh. Banner logo band-nya jadi kecil banget, ampir gak keliatan,“ tambahnya. “Lighting-nya bagus. Pake asap-asapan lagi. Tapi sound-nya kok kadang bagus kadang jelek. Tergantung band-nya yang maen sih ya?!”
Memang setiap pertunjukan selalu menyimpan banyak cerita. Baik maupun buruk. Terkadang juga unik, bodoh dan gak masuk akal. Berikut komentar – yang penting maupun gak penting – dari beberapa orang tentang konser Ancient Glory ;

“Walah, kita gak kebagian lighting. Genset-nya belum idup!”
“Blackmetal maen di siang hari? Agak aneh, hehe…”
“Sayang banyak kericuhan di depan panggung. Jadi gak konsen liat band.”
“Wah, Ancient Glory memang ekstrim banget. Mulai dari bandnya, penontonnya, sampe tawurannya hehe…”
“Kali ini saya gak mandi darah di atas penggung. Gak boleh ama panitia!”
“Yang penting panitia, band dan penonton harus sama-sama mau belajar profesional dan bersikap dewasa dikit lah.”
“Brutal! Mestinya lebih sering lagi acara serem kayak gini!”
“Manajemen waktunya musti diperbaiki. Biar gak molor lagi!”
“Parade band jahat!””
“Panitia rugi sih. Ada beberapa anggaran yang mbengkak dan over-budget…”
“Salut buat Bangkai. Musiknya mantap. Maennya selalu apik dan rapi. Udah gitu gak rewel dan tetap low profile. Mereka bener-bener band profesional!”
“Mas, boleh pinjem twin pedal-nya?”
“Maap, aku gak nonton. Cuma minum-minum di luar gedung. Temen-temenku banyak yang dibawa polisi tadi…”
“Aduh, pas jalan kaki pulang dari venue, aku ngeliat genderuwo di kampus IKIP. Makanya tadi aku langsung jalan cepet-cepet gak berani liat ke belakang lagi…”
“SPG-nya cantik-cantik, hehe…”
“Extreme music for extreme people?!…”

Well, opini memang bisa bermacam-macam. Namun secara keseluruhan, Ancient Glory sudah punya konsep dan format acara yang cukup baik. Kemauan panitia untuk bikin sampler CD untuk promosi, mengumpulkan merchandise band, dan bikin dokumentasi audio-visual adalah ide yang bagus. Sebab tidak banyak organiser yang mau susah-susah memikirkan hal-hal di luar kebutuhan utama tehnis acara. Biasanya mereka cuma fokus pada pamflet, alat, sound, panggung, venue dan semacamnya. Kalau pun ada sedikit insiden dan kekecewaan itu juga wajar. Sebab kita semua memang tidak pernah puas dan terkadang menuntut terlalu banyak. Akhirnya saya tertarik mengutip kalimat bijak dari seorang teman, “Bikin show itu memang susah. Seringkali cuma dapet capek dan rugi. Jadi panitia trus dicemooh itu sudah biasa. Kalo ada yang gak beres, semua pasti langsung protes. Kalopun acara sukses jarang sekali ada yang mau mengakui ato ngasih selamat. Tidak masalah, sebab sebuah pengalaman adalah pelajaran yang sangat berharga. Dan setidaknya kita sudah berbuat sesuatu…”

[Lucifersam]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: