Burgerkill – Beyond Coma And Despair [Revolt! Records]

“Sebenarnya ini adalah album balas dendam!” seru Ivan Scumbag ketika ditanya tentang misi album ketiga Burgerkill dalam wawancaranya di sebuah radio swasta di Malang, Juni 2006 lalu. Sebulan kemudian vokalis kharismatik itu pergi untuk selamanya. Burgerkill berduka dan coba membalaskan dendam mendiang Ivan melalui sebuah mukjizat berisi 12 lagu metal/hardcore dalam mood yang paling edan dan sakit. Rilisan ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi Ebenz dkk yang memilih cabut dari label mayor dan merilis sendiri album tersebut. Dibuka oleh tembang Darah Hitam Kebencian yang full distorsi. Cukup keras dan mematikan. Nyaris serupa juga pada Shadow of Sorrow. Cepat dan intens. Riff gitar dalam We Will Bleed dan Angkuh membuktikan referensi sound metal mereka ke arah Eropa atau lebih tepatnya Sweden. Dengarkan juga Anjing Tanah yang diawali intro akustik gitar yang cantik, dan lalu berubah drastis, porak-poranda tak terkendali. Oke, sampai sini anda boleh membuang jauh-jauh konotasi Burgerkill dengan musik straight-hardcore yang standard. Meski mereka juga mengkover Atur Aku milik Puppen. Tapi anda akan sulit mempercayai seperti apa hasilnya. Mendengarkan nomor instrumentalia, Beyond Coma and Despair, rasanya seperti menemukan To Live Is To Die-nya Metallica di album And Justice For All. Nuansanya begitu mirip serta mendukung. Dan pada akhirnya, Unblessing Life jadi isyarat serta kata-kata perpisahan yang perih dari lubuk Ivan. Menjaga momen sakral album ini, serta damainya sebuah kematian yang mampu meninggalkan karya masterpiece. Well, secara keseluruhan komposisi musik Burgerkill semakin berat, tegas, tehnikal dan berani. Almarhum Ivan menulis lirik yang jauh lebih personal, kelam dan depresif dari sebelumnya. Seakan jadi indikasi dari kondisi dan akhir perjalanan hidupnya. Beyond Coma and Despair ibarat pintu ziarah menuju liang kreasi dan dedikasi Scumbag kepada Burgerkill dan masyarakat metal Indonesia. Secara kualitas produksi, album ini layak berada di tempat teratas. Angkat topi yang tinggi untuk mister Yayat Achdiyat selaku produser album ini. Semua personil juga bermain di atas rata-rata. Tak heran hasilnya adalah sekumpulan musik bagus yang tergarap serius dan matang. Anda boleh percaya bahwa album mayor pun tak akan pernah sebaik ini. Well, jika ini yang mereka sebut sebuah album balas dendam, maka Burgerkill sebenarnya sudah berhasil. Sebab musik cadas nasional telah memiliki juaranya dan balas dendam itu sudah mulai tertuntaskan!… [smck]

About apokalipwebzine
Ini hanyalah blog sementara di masa hiatus Apokalip.com yang tiba-tiba sejak Mei 2010 kemarin. Blog ini berisi arsip-arsip pilihan editor Apokalip yang pernah dimuat selama kurun waktu tiga tahun terakhir, 2007-2010. Ada kumpulan artikel, esai maupun resensi lawas yang mungkin masih menarik untuk dibaca serta bisa jadi sumber referensi. Yah, sebut saja ini the best archives versi editor Apokalip. Semua tulisan kami muat sebagaimana aslinya, tanpa editing ulang untuk mempertahankan orisinalitas. Semoga anda terhibur dan terbisingkan... Apokalip adalah proyek situs musik online yang idenya digagas oleh sejumlah anak muda di kota Malang. Proses pengerjaan konsep dasar dan konstruksi situs ini dimulai dari November 2006 sampai dengan April 2007 oleh Yuda Wahyu dan Samack. Apokalip.com resmi online sejak tanggal 10 Mei 2007 dengan tagline Menyerukan Kebisingan. Selain mengelola webzine, Apokalip juga memiliki projekt lain seperti Klub Apokalip [blog/portal], ReloadYourStereo [netlabel], Apokalip|Show [event organizer], Apokalip Strong-Merch [merchandise], dan Kios Apokalip [online store]. Manajemen dan pengembangan situs ini dikelola secara independen oleh Apokalip Media Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: